Monday, September 5, 2016

SEKOLAH SUNGAI INDONESIA 2016
JOGJAKARTA, 21 s.d 27 AGUSTUS 2016



MODUL HIDROPONIK
Oleh : Sri Susilowati, S. Hut., M.Si
A.    TUJUAN
Berbicara masalah sungai tidak dapat lepas dari sampah dan banjir. Terjadinya banjir biasanya di sebabkan oleh menumpuknya sampah yang di buang oleh sebagian masyarakat sekitar sungai. Salah satu cara untuk mengatasi penumpukan sampah dapat dilakukan dengan penanaman secara hidroponik menggunakan alat alat limbah rumah tangga . Selain mengurangi timbunan sampah, hidroponik juga memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan masyarakat dan dapat di jadikan sebagai obyek wisata edukasi bagi pengunjung.  Dengan adanya modul hidroponik dari bagian modul sekolah sungai bertujuan untuk:

  1. Mengenalkan kepada masyarakat bahwa hidroponik merupakan teknik penanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya
  2. Masyarakat lebih mengenal manfaat dan keunggulan hidroponik 
  3. Masyarakat dapat mengaplikasikan teknik hidroponik dengan menggunakan limbah rumah tangga 
  4. Mengaplikasikan sistem hidroponik sebagai sarana edukasi dan sarana wisata di sekitar sungai.
 B.     RUANG LINGKUP
Adapun beberapa ruang lingkup dari pembahasan modul hidroponik yang di aplikasikan di sekitar sungai adalah sebagai berikut:

  1. Pengertian hidroponik
  2. Manfaat dan keunggulan hidroponik
  3. Prospek Hidroponik
  4. Kapan waktu yang tepat untuk berhidroponik
  5. Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sitem hidroponik
  6. Media Tanam Hidroponik
  7. Sistem Hidroponik
C.     ISI
Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Tanaman yang dibudidayakan dengan teknik hidroponik mendapatkan unsur hara dari air nutrisi yang diberikan pada tanaman. Selain itu, waktu tanam serta masa tumbuh tanaman dengan media hidroponik tidak terpangaruh oleh musim dan dapat dilakukan kapan saja.  

1.     Manfaat Hidroponik
Penggunaan teknik tidroponik memiliki banyak manfaat, antara lain : 

  • Menambah gizi keluarga, sehat dan aman  serta hemat 
  • Terwujudnya kemandirian pangan 
  • Menjamin ketersediaan pangan 
  • Mengurangi resiko bencana kelaparan 
  • Berkontribusi dalam produksi oksigen di sekitar sungai 
  • Hidroponik dapat diaplikasikan pada area sempadan sungai yang tidak luas, karena tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Dengan teknik hidroponik, area sempadan sungai yang sempit dapat menjadi area sempadan yang nyaman dan asri. 
  • Hidroponik sebagai sarana edukasi dalam sistem pertanian modern/urban farming bagi masyarakat di sekitar sempadan sungai. 
  • Sebagai sarana rekreasi. Hidroponik memberikan tambahan nilai estetika dan kenyamanan di sekitar sempadan sungai sungai.

2.     Kelebihan Hidroponik
  • Bersih/tidak kotor  dan penyakit yang berasal dari tanah tidak akan menyerang karena hidroponik tidak menggunakan tanah
  • Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar karena metode kerja lebih hemat dan simpel
  • Harga jual produk hidroponik relatif  lebih tinggi dari produk non-hidroponik
  • Tidak terpengaruh musim
  • Mudah angkat dan di pindah

3.     Kapan berhidroponik
a.    Permasalahan keterbatasan lahan 
b.    Permasalahan kesuburan tanah
c.    Solusi untuk daerah kurang air/kering
d.    Tidak terpengaruh musim dan dapat dilakukan kapan saja
e.    Solusi untuk daerah Rawan Bencana Banjir

4.     Beberapa Hal yang harus di pertimbangkan
ž  Sistem yang dibangun :
    1) sederhana, murah dan mudah didapat
    2) menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan
    3) menggunakan barang bekas/limbah rumah tangga
ž  Digunakan komoditas yang bernilai komersial yang tinggi.
ž  Sistem tidak tergantung terhadap energi listrik (terutama di daerah rawan banjir)
5.     Jenis-jenis Tanaman Untuk Hidroponik
Hampir semua jenis tanaman dapat ditanam dengan teknik hidroponik. Namun biasanya jenis-jenis tanaman yang di pilih adalah jenis tanaman dengan tipe akar serabut atau perakaran yang relatif dangkal serta memiliki masa tanam yang pendek atau semusim. Berikut adalah beberapa jenis tanaman yang dapat dan umum ditanam pada media hidroponik:
a.  Tanaman sayuran        : sawi, pakchoy, kangkung, selada, cabe, terong, dll
b.   Buah-buahan                : melon, mentimun, semangka, strawberi, tomat, papaya dll
c.   Tanaman hias              : bunga anggrek dan jenis bunga lain
d.  Tanaman umbi-umbian : kentang, wortel, bawang merah, bawang putih, dll
e.
empon-empon             : jahe, kencur, kunyit, lengkuas, dll

6.     Media Tanam Hidroponik
Media tanam jenis rockwool. Sumber : dokumentasi pribadi
Terdapat beberapa jenis media tanam hidroponik yang umum digunakan. Berikut adalah beberapa media hidroponik yang umum digunakan, diantaranya:
Rockwool
Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang berbentuk menyerupai busa, memiliki serbut serabut halus dan bobotnya sangat ringan. Rockwool merupakan bahan non-organik yang terbuat dari campuran batuan basalt dan pasir yang berbentuk serat dan dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi.

Cocopeat
Cocopeat  atau serbuk sabut kelapa yang merupakan serbuk sisa pengolahan penguraian sabut kelapa yang dicetak berbentuk kubus. Cocopeat sebagai media tanam hidroponik memiliki daya serap yang tinggi.

Sekam Bakar
Sekam bakar merupakan media tanam hidroponikyang memiliki daya ikat air yang  cukup baik, sertamemiliki sistem aerasi yang baik. Sekam bakar juga digunakan sebagai campuran pupuk dan media tanam di persemaian. Hal ini karena sekam padi memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan air sebagai cadangan makanan.


Hidroton
Hidroton merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari bahan dasar lempung yang dipanaskan, hidroton dapat digunakan berulang ulang kali. Dengan Bentuk bulat hidroton dapat mengurangi resiko merusak akar. Kelebihan hidroton sebagai media tanam hidroponik yaitu, mampu menyimpan kandungun air dengan baik memiliki pH yang netral dan stabil sehingga baik untuk tanaman hidroponik dan ramah lingkungan.

7.     Teknik Hidroponik
Terdapat beberapa teknik penanaman yang dapat digunakan dalam hidroponik. Keenam teknik ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Wick System
Wick system merupakan teknik yang paling sederhana dan populer digunakan oleh para pemula. Sistem ini termasuk pasif dan nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu. Wick sistem hidroponik bekerja dengan baik untuk tanaman dan tumbuhan kecil. Sistem hidroponik ini tidak bekerja dengan baik untuk tanaman yang membutuhkan banyak air.


Dutch Bucket
Sebuah media tumbuh ditempatkan di dalam sebuah wadah yang kemudian diisi oleh larutan nutrisi. Kemudian nutrisi dikembalikan ke dalam penampungan, dan begitu seterusnya. Sistem ini memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer. Pastikan Anda menggunakan wadah yang cukup besar dan atur jarak antar tanaman agar pertumbuhan tanaman tidak saling mengganggu.
   
NFT (Nutrient Film Technique) System
Sistem ini merupakan cara yang paling populer dalam istilah hidroponik. Konsepnya sederhana dengan menempatkan tanaman dalam sebuah wadah atau tabung dimana akarnya dibiarkan menggantung dalam larutan nutrisi. Sistem ini dapat terus menerus mengalirkan nutrisi yang terlarut dalam air sehingga tidak memerlukan timer untuk pompanya. NFT cocok diterapkan pada jenis tanaman berdaun seperti selada.


Aeroponic System
Kecanggihan sistem ini memungkinkan Anda memperoleh hasil yang baik dan tercepat dibandingkan sistem hidroponik lainnya. Hal ini disebabkan oleh larutan nutrisi yang diberikan berbentuk kabut langsung masuk ke akar, sehingga tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang banyak mengandung oksigen.

Drip System
Selain wick system, sistem tetes (drip system) merupakan cara yang populer yang digunakan dalam berkebun hidroponik. Sistem ini menggunakan timer mengontrol pompa, sehingga pada saat pompa dihidupkan, pompa akan meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman. Tanaman yang biasa di tanam pada system ini adalah jenis  tanaman buah.

Water Culture System (rakit apung)
Dalam sistem hidroponik ini, akar tanaman yang tersuspensi dalam air yang kaya nutrisi dan udara diberikan langsung ke akar. Tanaman dapat ditempatkan di rakit dan mengapung di air nutrisi juga. Dengan sistem hidroponik ini, akar tanaman terendam dalam air dan udara diberikan kepada akar tanaman melalui pompa akuarium dan diffuser udara. Semakin gelembung yang lebih baik, tanaman akar akan tumbuh dengan cepat untuk mengambil air nutrisi.
 
 

8.   Tahapan-tahapan Hidroponik
Penyemaian dengan menggunakan media rockwool. Sumber : dokumentasi pribadi
Setelah mengetahui teknik-tenik hidroponik, berikutnya adalah mengenal tahap-tahapan dalam melakukan metode hidroponik. Didalam hidroponik terdapat tiga tahapan utama dalam hidroponik, yakni tahap penyemai benih (pembibitan), tahap pemindahan tanaman ke media hidroponik, dan tahap pemberian nutrisi.


1.   Penyemaian benih (pembibitan)
Penyemaian benih dilakukan pada media yang berupa campuran tanah, kompos/pukan dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Penyemaian juga dapat dilakukan langsung pada media tanam hidroponik seperti rockwool atau arang sekam. Pada tahap ini penting untuk selalu menjaga kelembaban media semainya serta pencahayaan yang diberikan. Tahap ini juga akan mempengaruhi kualitas tanaman pada tahap berikutnya.



2.     Pemindahan tanaman ke media hidroponik
Tahap ini dilakukan ketika tanaman sudah siap tanam, yakni ketika bibit telah memiliki 4 helai daun. Bibit yang telah memiliki 4 helai daun dianggap telah siap dipindahkan ke instalasi hidroponik. Pada awal tahap ini jangan lupa untuk tidak meletakan tanaman di bawah cahaya matahari langsung.


3.   Pemberian nutrisi

Pemberian nutrisi dilakukan setelah usia tanaman 5 atau 7 hari setelah semai, atau ketika muncul daun sejati (daun keempat). Nutrisi yang digunakan adalah nutrisi AB Mix yang diciptakan khusus untuk hidroponik, dengan ukuran kurang lebih 5 ml  A + 5 ml nutrisi B + 1 ltr air. Pemberian nutrisi sangat penting bagi pertumbuhan tanaman, karena tanaman mendapatkan unsur hara dari setiap nutrisi yang diberikan.



D.    PENUTUP
Hidroponik merupakan sistem pertanian modern yang tepat diterapkan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pada area sempadan yang sempit. Sempadan sungai yang telah delengkapi dengan hidroponik dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan wisata. Instalasi hidroponik yang tertata rapi, ditambah dengan pemilihan jenis tanaman yang menarik, akan menambah kesan asri dan nyaman di sekitar sempadan sungai. Sehingga sungai dapat digunakan sebagai salah satu area erbuka untuk interaksi masyarakat.
Selamat berhidroponik. Go Green!

DAFTAR PUSTAKA




No comments:

Post a Comment