SEKOLAH SUNGAI INDONESIA 2016
JOGJAKARTA, 21 s.d 27 AGUSTUS 2016
MODUL HIDROPONIK
Oleh : Sri
Susilowati, S. Hut., M.Si
A.
TUJUAN
Berbicara masalah sungai
tidak dapat lepas dari sampah dan banjir. Terjadinya banjir biasanya di
sebabkan oleh menumpuknya sampah yang di buang oleh sebagian masyarakat sekitar
sungai. Salah satu cara untuk mengatasi penumpukan sampah dapat dilakukan
dengan penanaman secara hidroponik menggunakan alat alat limbah rumah tangga .
Selain mengurangi timbunan sampah, hidroponik juga memberikan kontribusi
terhadap ketersediaan pangan masyarakat dan dapat di jadikan sebagai obyek
wisata edukasi bagi pengunjung. Dengan
adanya modul hidroponik dari bagian modul sekolah sungai bertujuan untuk:
- Mengenalkan kepada masyarakat bahwa hidroponik merupakan teknik penanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya
- Masyarakat lebih mengenal manfaat dan keunggulan hidroponik
- Masyarakat dapat mengaplikasikan teknik hidroponik dengan menggunakan limbah rumah tangga
- Mengaplikasikan sistem hidroponik sebagai sarana edukasi dan sarana wisata di sekitar sungai.
B. RUANG LINGKUP
Adapun beberapa ruang lingkup dari pembahasan modul hidroponik
yang di aplikasikan di sekitar sungai adalah sebagai berikut:
- Pengertian hidroponik
- Manfaat dan keunggulan hidroponik
- Prospek Hidroponik
- Kapan waktu yang tepat untuk berhidroponik
- Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sitem hidroponik
- Media Tanam Hidroponik
- Sistem Hidroponik
C. ISI
Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Tanaman yang dibudidayakan
dengan teknik hidroponik mendapatkan unsur hara dari air nutrisi yang diberikan
pada tanaman. Selain itu, waktu
tanam serta masa tumbuh tanaman dengan media hidroponik tidak terpangaruh oleh
musim dan dapat dilakukan kapan saja.
1.
Manfaat
Hidroponik
Penggunaan teknik tidroponik memiliki banyak manfaat, antara lain :
- Menambah gizi keluarga, sehat dan aman serta hemat
- Terwujudnya kemandirian pangan
- Menjamin ketersediaan pangan
- Mengurangi resiko bencana kelaparan
- Berkontribusi dalam produksi oksigen di sekitar sungai
- Hidroponik dapat diaplikasikan pada area sempadan sungai yang tidak luas, karena tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Dengan teknik hidroponik, area sempadan sungai yang sempit dapat menjadi area sempadan yang nyaman dan asri.
- Hidroponik sebagai sarana edukasi dalam sistem pertanian modern/urban farming bagi masyarakat di sekitar sempadan sungai.
- Sebagai sarana rekreasi. Hidroponik memberikan tambahan nilai estetika dan kenyamanan di sekitar sempadan sungai sungai.
2.
Kelebihan
Hidroponik
- Bersih/tidak kotor dan penyakit yang berasal dari tanah tidak akan menyerang karena hidroponik tidak menggunakan tanah
- Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar karena metode kerja lebih hemat dan simpel
- Harga jual produk hidroponik relatif lebih tinggi dari produk non-hidroponik
- Tidak terpengaruh musim
- Mudah angkat dan di pindah
3.
Kapan
berhidroponik
a. Permasalahan
keterbatasan lahan
b. Permasalahan
kesuburan tanah
c. Solusi
untuk daerah kurang air/kering
d. Tidak
terpengaruh musim dan dapat dilakukan kapan saja
e. Solusi
untuk daerah Rawan Bencana Banjir
4.
Beberapa
Hal yang harus di pertimbangkan
Sistem yang
dibangun :
1)
sederhana, murah dan mudah didapat
2)
menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan
3)
menggunakan barang bekas/limbah rumah tangga
Digunakan
komoditas yang bernilai komersial yang tinggi.
Sistem tidak tergantung terhadap energi listrik
(terutama di daerah rawan banjir)
5.
Jenis-jenis
Tanaman Untuk Hidroponik
Hampir semua jenis tanaman dapat ditanam dengan
teknik hidroponik. Namun biasanya jenis-jenis tanaman yang di pilih adalah
jenis tanaman dengan tipe akar serabut atau perakaran yang relatif dangkal serta
memiliki masa tanam yang pendek atau semusim. Berikut adalah beberapa jenis
tanaman yang dapat dan umum ditanam pada media hidroponik:
a. Tanaman sayuran : sawi, pakchoy, kangkung, selada, cabe,
terong, dll
b. Buah-buahan : melon, mentimun, semangka,
strawberi, tomat, papaya dll
c. Tanaman
hias : bunga anggrek dan
jenis bunga lain
d. Tanaman
umbi-umbian : kentang, wortel, bawang
merah, bawang putih, dll
e.
6.
Media
Tanam Hidroponik
Media tanam
jenis rockwool. Sumber : dokumentasi pribadi
|
Rockwool
Rockwool merupakan
media tanam hidroponik
yang berbentuk menyerupai busa, memiliki serbut serabut halus dan bobotnya sangat ringan. Rockwool merupakan bahan non-organik
yang terbuat dari campuran batuan basalt dan pasir yang berbentuk serat dan
dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi.
Cocopeat
atau serbuk sabut kelapa yang merupakan serbuk sisa pengolahan penguraian
sabut kelapa yang dicetak berbentuk kubus. Cocopeat sebagai media tanam
hidroponik memiliki daya serap yang tinggi.
Sekam bakar merupakan
media tanam
hidroponikyang memiliki daya ikat air
yang cukup baik, sertamemiliki sistem aerasi yang baik. Sekam bakar juga digunakan sebagai campuran pupuk
dan media tanam di persemaian. Hal ini karena sekam padi memiliki kemampuan
untuk menyerap dan menyimpan air sebagai cadangan makanan.
Hidroton merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari bahan dasar lempung yang dipanaskan, hidroton dapat digunakan berulang ulang kali. Dengan Bentuk bulat hidroton dapat mengurangi resiko merusak akar. Kelebihan hidroton sebagai media tanam hidroponik yaitu, mampu menyimpan kandungun air dengan baik memiliki pH yang netral dan stabil sehingga baik untuk tanaman hidroponik dan ramah lingkungan.
7. Teknik Hidroponik
Terdapat
beberapa teknik penanaman yang dapat digunakan dalam hidroponik. Keenam teknik
ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.
Wick
System
Wick
system merupakan teknik yang paling sederhana dan populer digunakan
oleh para pemula. Sistem ini termasuk pasif dan nutrisi mengalir ke dalam media
pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu. Wick sistem
hidroponik bekerja dengan baik untuk tanaman dan tumbuhan kecil. Sistem
hidroponik ini tidak bekerja dengan baik untuk tanaman yang membutuhkan banyak
air.
Sebuah
media tumbuh ditempatkan di dalam sebuah wadah yang kemudian diisi oleh larutan
nutrisi. Kemudian nutrisi dikembalikan ke dalam penampungan, dan begitu
seterusnya. Sistem ini memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer. Pastikan
Anda menggunakan wadah yang cukup besar dan atur jarak antar tanaman agar
pertumbuhan tanaman tidak saling mengganggu.
NFT (Nutrient Film Technique) System
Kecanggihan sistem
ini memungkinkan Anda memperoleh hasil yang baik dan tercepat dibandingkan
sistem hidroponik lainnya. Hal ini disebabkan oleh larutan nutrisi yang
diberikan berbentuk kabut langsung masuk ke akar, sehingga tanaman lebih mudah
menyerap nutrisi yang banyak mengandung oksigen.
Drip
System
Selain wick
system, sistem tetes (drip system) merupakan cara yang populer yang
digunakan dalam berkebun hidroponik. Sistem ini menggunakan timer
mengontrol pompa, sehingga pada saat pompa dihidupkan, pompa akan meneteskan
nutrisi ke masing-masing tanaman. Tanaman yang biasa di tanam pada system ini
adalah jenis tanaman buah.
Water
Culture System (rakit apung)
8. Tahapan-tahapan Hidroponik
Penyemaian
dengan menggunakan media rockwool. Sumber : dokumentasi pribadi
|
1.
Penyemaian
benih (pembibitan)
Penyemaian
benih dilakukan pada media yang berupa campuran tanah, kompos/pukan dan arang
sekam dengan perbandingan 1:1:1. Penyemaian juga dapat dilakukan langsung pada
media tanam hidroponik seperti rockwool atau arang sekam. Pada tahap ini
penting untuk selalu menjaga kelembaban media semainya serta pencahayaan yang
diberikan. Tahap ini juga akan mempengaruhi kualitas tanaman pada tahap
berikutnya.
2. Pemindahan tanaman ke media hidroponik
Tahap ini dilakukan ketika tanaman sudah siap tanam, yakni ketika bibit
telah memiliki 4 helai daun. Bibit yang telah memiliki 4 helai daun dianggap
telah siap dipindahkan ke instalasi hidroponik. Pada awal tahap ini jangan lupa
untuk tidak meletakan tanaman di bawah cahaya matahari langsung.
3.
Pemberian
nutrisi
Pemberian nutrisi dilakukan setelah usia tanaman 5
atau 7 hari setelah semai, atau ketika muncul daun sejati (daun keempat).
Nutrisi yang digunakan adalah nutrisi AB Mix yang diciptakan khusus untuk
hidroponik, dengan ukuran kurang lebih 5 ml
A + 5 ml nutrisi B + 1 ltr air. Pemberian nutrisi sangat penting bagi
pertumbuhan tanaman, karena tanaman mendapatkan unsur hara dari setiap nutrisi
yang diberikan.
D. PENUTUP
Hidroponik merupakan sistem pertanian modern yang
tepat diterapkan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pada area sempadan
yang sempit. Sempadan sungai yang telah delengkapi dengan hidroponik dapat
dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan wisata. Instalasi hidroponik yang
tertata rapi, ditambah dengan pemilihan jenis tanaman yang menarik, akan
menambah kesan asri dan nyaman di sekitar sempadan sungai. Sehingga sungai
dapat digunakan sebagai salah satu area erbuka untuk interaksi masyarakat.
Selamat berhidroponik. Go Green!
DAFTAR
PUSTAKA
No comments:
Post a Comment